Jumat, 30 September 2011

Oriflame bisnis menjanjikan modal murah

Hay... sobat cewek, mau ikutan bisnis yang bisa dikerjakan di rumah atau sampingan kerja kantoran... tapi omzet besar.. ayo buruan gabung ma oriflame...
Nah… bagi yang ingin segera bergabung kirimkan via email biodata yg didalamnya ada:
1. Nama Lengkap
2. Tempat dan Tanggal Lahir
3. No. KTP
4. Email / YM ( kalau Ada )
5. Alamat Kantor ( Kalau Ada )
6. Alamat Rumah
7. No. HP / Telepon
8. Data Rekening Bank ( Nama, Bank, Cabang, Rekening )
Emailkan ke tya_nersunair@yahoo.com disertai scan bukti transfer dari bank sebesar Rp. 39.900,-, dan KTP atau SIM, ntar aq daftarin, biasanya 3 hari langsung dikirim staterkid (2 katalog, buku petunjuk member, dan kartu member). Jangan lupa setelah kirim konfirmasi ke 085736595910
Atau dikirim via pos ke wiwin sulistyawati
d/a Jalan Kali Proyo no 25 Kel. Tanjungsari
Kec. Sukorejo Kota Blitar
Kode pos 66122
Pembayaran pendaftaran dapat dilakukan ke Rekening Oriflame Pusat a/n : PT. ORINDO ALAM AYU, pada bank:
1. BCA Cab Wisma GKBI, No. Rekening: 006-300189-6
2. Mandiri Cabang , No. Rekening: 126-0005016562

Keuntungan bergabung dengan oriflamme (part 1)
1. Keuntungan langsung 23%
Anda mendaptakan 23% keuntungan langsung atas penjualan sendiri ke pelanggan
Contoh: Anda membeli produk dari oriflamme (harga konsultan) senilai Rp. 100.000,-dan anda menjual ke pelanggan senilai Rp. 123.000,- (harga catalog). Keuntungan yg langsung anda dapat sebesar Rp. 23.000,-
2. Performance discount (3% - 21%)
Anda mendapatkan performance diskon setiap bulan atas penjualan anda dengan seluruh downline anda, tanpa batasan level (unlimited level)
Tabel performance diskon (= jenjang karir)
LEVEL JUMLAH PEROLEHAN POIN BONUS JABATAN
3% : 200 – 599 POIN = 50 RIBU (CONSULTAN)
6% : 600 – 1.199 POIN = 150 RB (CONSULTAN)
9%:1.200 – 2399 POIN= 350 RB(CONSULTAN)
12%: 2400 – 3999POIN= 750 RB(MANAGER)
15%: 4000 – 6599 POIN= 1-2 JUTA
18%: 6600 – 9999 POIN= 2-3 JUTA (MANAGER)
21% : > 10.000 POIN= (4-7 JUTA (SENIOR MANAGER)
6 kali berada di posisi 21% dlm 12 bln: anda masuk kualifikasi director, selanjutnya ada director, gold director, sapphire director dan diamond
3. Oriflame bonus (4% dari royalti)
Anda mendapatkan 4% bonus dari seluruh penjualan downline anda yang telah mencapai posisi 21%. Garansi minimum bonus Rp. 1.520.000 per kaki per bulan
4. Cash Award ( 7 jt – 1,05 milyar)
Cash award diberikan satu kali saat para konsultan pertamakali mencapai peringkat tertentu
Director: Rp. 7 jt sd level
President: 1,05 milyar
5. Leader club bonus (500 – 2, 8 juta per bulan)
Leader club bonus diberikan pada para konsultan dengan peringkat:
Senior manager= 500.000/bln
Director= 1 juta / bln
Gold director= 1.400.000/bln
Sapphire director= 2,8 juta / bulan
6. Gold director bonus (1%)
Anda mendapatkan bonus sebesar 1% dari downline berperingkat 21%pada generasi kedua sampai kebawah
7. Saphire director bonus (0,5 %)
Anda mendaptkan bonus sebesar 0,5% dari downline berperingkat 21% pada generasi ketiga sampai kebawah.
8. Diamond bonus (0,25%)
Anda mendapat bonus sebesar 0,25 % dari downline berperingkat 21% pada generasi keempat sampai kebawah
9. Car bonus
Diamond mendapat New CRV langsung atas nama sendiri
10. Jalan2 ke luar negeri gratis
1 tahun 1x untuk senior gold director up
11. Jalan2 ke luar negeri gratis
1 tahun 2 x untuk diamond
12. Jaringan group yg terbentuk dpt diwariskan
Asyikk… khan. Ayo buruan gabung !!

Kamis, 02 Juni 2011

Rumus Taksiran persalinan

Rumus Menghitung taksiran Persalinan
HUKUM NAEGELE
JIKA SIKLUS ± 28 HARI, MAKA R UMUS TAKSIRAN PARTUSNYA :
A) BULAN JANUARI, FEBRUARI, MARET ( tanggal +7, bulan + 9)
B) BULAN APRIL s/d DESEMBER (tanggal +7, bulan -3, tahun + 1)
Jika siklus ± 35 hari, maka taksiran partusnya menjadi (tanggal +14, bulan -3, tahun +1)
Contoh soal 1:
HPHT pasien 4 Februari 2011, Kapan taksiran persalinannya (siklus 28) ?
Caranya : 4 2 2011
+7 +9
11 11 2011, Jadi taksiran persalinannya tanggal 11 November 2011
Contoh soal 2:
HPHT pasien ± 5 Mei 2011, kapan taksiran persalinan (siklus 35)?
Caranya: 5 05 2011
+ 14 -3 +1
19 2 2012, Jadi taksiran persalinannya tanggal 19 Februari 2012
(Selamat belajar, sumber Obstetri Fisiologis UNPAD)

Minggu, 29 Mei 2011

Pemeriksaan Kebidanan (status obstetricus)palpasi

Pemeriksaan Palpasi (Leopold)
Tujuan pemeriksaan Leopold untuk menentukan:
 Besarnya rahim dan dengan ini menentukan tuanya kehamilan
 Menentukan letaknya anak dalam rahim
Selain dari pada itu selalu juga harus diraba apakah ada tumor2 lain dalam rongga perut, cysta myoma, limpa yang membesar
Cara melakukan palpasi ialah menurut Leopold yang terdiri atas 4 bagian:
 Leopold 1  untuk menentukan tuanya kehamilan dan bagian apa yang terdapat dalam fundus uteri
Cara pemeriksaan:
1. Kaki penderita ditekuk pada lutt dan lipat paha
2. Pemeriksa berdiri di sebelah kanan penderita dan melihat kearah muka penderita
3. Rahim dibawa ke tengah
4. Tingginya fundus uteri ditentukan
5. Tentukan bagian apa dari anak yang terdapa dalam fundus
Sifat kepala  keras, bundar dan melenting
Sifat bokong  lunak, kurang bundar dan kurang melenting
Pada letak lintang fundus uteri kosong
Hubungan antara tingginya fundus uteri dan tuanya kehamilan:
Tinggi fundus uteri dalam cm = tuanya kehamilan dalam bulan
3,5 cm
 Leopold 2  Menentukan dimana letaknya punggung anak dan dimana letaknya bagian-bagian kecil
Cara Pemeriksaan:
1. Kedua tangan pindah kesamping
2. Tentukan dimana punggung anak (punggung anak terdapat di fihak yang memberikan rintangan yang terbesar, carilah bagian-bagian kecil, yang biasanya terletak bertentangan denga fihak yang member rintangan yang terbesar)
3. Kadang-kadang disamping terdapat kepala atau bokong ialah letak lintang

 Leopold 3  Menentukan apa yang terdapat di bawah dan apakah bagian bawah anak ini sudah atau belum terpegang oleh pintu atas panggul
Cara pemeriksaan
1. Dipergunakan satu tangan saja
2. Bagian bawah ditentukan dengan ibu jari dan jari lainnya
3. Cobalah apakah bagian bawah masih dapat digoyangkan

 Leopold 4  Menentukan apa yang menjadi bagian bawah dan berapa masuknya bagian bawah kedalam rongga panggul
1. Pemeriksa berubah sikapnya ialah melihat kearah kaki penderita
2. Kedua tangan ditentukan apa yang menjasi bagian bawah
3. Ditentukan apakah bagian bawah sudah masuk kedalam pintu atas panggul dan berapa masuknya bagian bawah ke dalam rongga panggul
4. Jika kita rapatkan kedua tangan pada permukaan dari bagian terbawah dari kepala yang masih teraba dari luar dan:
a. Kedua tangan itu convergent, hanya bagian kecil dari kepala turun kedalam rongga
b. Jika kedua tangan itu sejajar, maka separuh dari kepala masuk kedalam rongga panggul
c. Jika kedua tangan divergent ke dalam rongga panggul dan ukuran terbesar dari kepala sudah melewati pintu atas panggul
Leopold 4 tidak dilakukan jika kepala masih tinggi, dan baru bisa dilakukan kira2 bulan VI keatas

Pemeriksaan kebidanan (status obstetricus) inspeksi

Pemeriksaan Kebidanan (status obstetricus) dibagi dalam inspeksi, palpasi dan auskultasi
Inspeksi
Yang perlu kita lihat:
- Muka
Adakah cloasma gravidarum, keadaan selaput mata pucat atau merah, adakah odema pada muka, bagaimana keadaan lidah dan gigi
- Leher
Apakah ada pembendungan vena di leher (misalnya pada penyakit jantung), apakah kelenjar gondok membesar atau kelenjar limfa membesar
- Dada
Bentuk buah dada, pigmentasi putting susu dan gelanggang susu, keadaan putting susu, adakah colostrum
- Perut
Perut membesar ke depan atau kesamping (pada ascites misalnya membesar kesamping), keadaan pusat, pigmentasi di linea laba, nampakkah gerakan anak atau kontraksi rahim, adakah striae gravidarum atau bekas luka
- Vulva
Keadaan perineum, carilah varices, tanda Chadwick, condyloma, fluor albu
- Anggota Bawah
Cari Varises, oedema, luka, cicatrik pada lipat paha.
(Obstetri fisiologi, Unpad)

Kamis, 07 April 2011

Weber , Rinne dan Schwabach test

PEMERIKSAAN PENDENGARAN
Pemeriksaan pendengaran dilakukan dengan :
1. Garputala
2. Uji berbisik
3. Audiometrik
Garputala terdiri dari satu set, lima buah, dengan frekuensi 128 Hz, 256 hz, 512 Hz, 1024 Hz dan 2048 Hz. Untuk tes dengan garputala biasanya dipakai garpu tala 512 Hz, dan diperiksa di ruang periksa, tidak perlu di ruang kedap suara, asalkan tidak terlalu riuh. Ada 3 macam pemeriksaan:
a. Uji Rinne
Membandingkan hantaran melalui udara dan melalui tulang.
Caranya ialah garputala digetarkan, lalu diletakkan pada tulang di belakang telinga dengan demikian getaran melalui tulang akan sampai ke telinga dalam. Apabila pasien tidak mendengar bunyi dari garputala yang digetrakan itu, maka garputala dipindahkan ke depan liang telinga, kira-kira 2,5 cm jaraknya dari liang telinga. Hantaran disini ialah hantaran melalui udara. Pada pasien yang pendengarannya masih baik, maka hantaran melalui udara lebih baik dari hantaran melalui tulang. Jadi garputala yang tadi diletakkan di tulang telinga belakang telinga tidak terdengar lagi, ketika dipegang di dekat liang telinga akan terdengar lagi, disebut uji rinne positif
b. Uji Weber
Membandingkan hantaran tulang telinga kanan dengan teling akiri.
Caranya garputala digetarkan kemudian diletakkan pada garis tengah seperti di ubun-ubun, dahi, atau pertengahan gigi seri. Pasien dengan gangguan pendengaran akan mengatakan bahwa salah satu telinga lebih jelas mendengar bunyi garputala itu. Pada orang normal akan mengatakan bahwa tidak mendengar perbedaan bunti kiri dan kanan. Bila lebih keras ke kanan disebut lateralisasi ke kanan.
c. Uji Schwabach
Membandingkan hantaran tulang pasien dengan pemeriksa yang pendengarannya normal.
Caranya ialah, garputala digetarkan , lalu dasarnya ditempelkan pada tulang di belakang telinga passion. Setelah pasien mengatakan tidak mendnegar lagi, maka dasar garputala diletakkan ke tulang belakang telinga pemeriksa. Apabila pemeriksa masih dapat mendengar bunyi, maka dikatakan bahwa telinga pasien uji schwabachnya memendek.
Uji berbisik
Uji berbisik dilakukan di ruang yang cukup tenang, dengan panjang 6 meter. Pemeriksa duduk ke samping, telinga yang akan diperiksa ke ruang yang 6 meter itu, sedangkan telinga yang sebelah lagi ditutup dengan jarinya.Pemeriksa mengucapkan kata yang terdiri dari 2 suku kata, diucapkan secara berbisik pada akhir ekspirasi. Pasien harus mengulangi apa yang disebut pemeriksa. Dimulai sejak jarak 6 meter, makin lama pemeriksa makin mendekat, sampai pasien dapat menyebut kata dengan benar. Hasil uji berbisik orang normal ialah 5/6 – 6/6
Uji Audiometrik
Pemeriksaan dilakukan didalam ruang kedap suara. Pasien diberi tahu, supaya apabila mendengar bunyi segera memencet tombol, dan apabila bunyi tidak terdengar lagi pencetan pada tombol dihentikan.
Mula-mula diperiksa hantaran melalui udara (AC) dengan memakaikan headphone pada pasien. Pemeriksaan dimulai dengan frekuensi 250 hz, kemudian intensitas dinaikkan mulai dari 0 desibel, sampai pasien mendengar bunyi. Pemeriksaan dilanjutkan dengan frekuensi 500 Hz, 1000 Hz, 1500 Hz, sampai 8000 Hz. Pada telinga kanan, kemudian telinga kiri. Setelah itu headphone diganti dengan konduktor tulang yang dilekatkan pada ujung tulang mastoid di belakang telinga untuk memeriksa hantaran tulang (BC) dan dilakukan pemeriksaan seperti pada pemeriksaan AC.
Dari pemeriksaan ini dapat diketahui apakah pasien mempunyai pendengaran normal, tuli hantar (konduktif), tuli saraf (sensorineural) atau tuli campur. Juga dapat terlihat apakah kurang dengarnya ringan, sedang atau berat.

Jumat, 25 Maret 2011

Prosedur Pemberian obat salep mata

Prosedur Pemberian Obat Salep Mata
Obat ini biasanya dikemas dalam bentuk tube. Sifat substansi lebih stabil disbanding larutan. Penyerapan lebih lambat sehingga digunakan sebagai pengganti tetes mata jika dibutuhkan kerja yang lama.
Kerugian penggunaan obat salep
 Mengganggu penglihatan karena menimbulkan sensasi bayangan pada mata
 Mengganggu penyembuhan kornea karena dapat menghambat pelepasan epitel kornea
 Dapat menyebabkan dermatitis kontak
Prosedur
1. Cuci tangan
R/ Menghilangkan mikroorganisme permukaan
2. Pakai sarung tangan jika terdapat secret
R/ Melindungi dari pemajanan terhadap sekresi
3. Bersihkan mata dengan kapas lebih dulu bila ada secret
4. Jelaskan prosedur kepada klien
R/ Mengurangi kecemasan klien
5. Cek nama obat, dosis dan tanggal kadaluarsa obat
R/ Menjamin ketepatan medikasi (obat yang dapat mengalami perubahan struktur kimia)
6. Anjurkan klien tengadah dan melihat keatas
R/ Memposisikan kepala untuk jalan termudah pada struktur mata
7. Tarik kelopak bawah ke bawah melalui tulang pipi atau pegang kulit palpebra bawah dengan ibu jari dan jari telunjuk serta tarik ke depan
R/ Membentuk kantong tempat meneteskan obat mata
8. Masukkan obat dari area bersih ke area kotor. Pegang tube salep dekat mata tetapi jangan menyentuh mata atau bulu mata
R/ Mencegah sentuhan pada mata atau bulu mata, yang akan menyebabkan cedera ocular dan mencegah kontaminasi salep
9. Tekan sejumlah kecil salep secara horizontal ke dalam forniks inferior dari kantus media ke lateral
R/ Memasukkan obat dari area bersih ke area kotor
10. Lepaskan kelopak mata bawah secara perlahan
R/ Mencegah salep keluar dari sakus konjungtiva
11. Instruksikan klien untuk menutup mata secara perlahan, jangan menekannya
R/ Meratakan obat
12. Usap kelebihan salep mata dengan kasa
13. Beritahu klien bahwa pandangan dapat menjadi kabur karena salep
R/ Menghilangkan kecemasan klien dan mencegah cedera

Anel tes

Uji Anel
Dengan melakukan uji anel, dapat diketahui apakah fungsi dari bagian eksresi baik atau tidak. Uji anel negative merupakan kontraindikasi mutlak untuk tindakan operasi intraokuler karena kuman dapat masuk kedalam mata
Cara melakukan uji anel
1. Lebarkan pungtum lakrimal dengan dilator pungtum
2. Isi spuit dengan larutan garam fisiologis. Gunakan jarum lurus atau bengkok tetapi tidak tajam
3. Masukkan jarum ke dalam pungtum lakrimal dan suntikkan cairan melalui pungtum lakrimal ke dalam saluran eksresi , ke rongga hidung
4. Uji anel positif jika terasa asin di tenggorok atau ada cairan yang masuk hidung. Uji anel negatif jika tidak terasa asin. Hal ini berarti ada kelainan di dalam saluran eksresi. Jika cairan keluar dari pungtum lakrimal superior, berarti ada obstruksi di duktus nasolakrimalis. Jika cairan keluar lagi melalui pungtum lakrimal inferior berarti obstruksi terdapat di ujung nasal kananlikuli lakrimal inferior, maka coba lakukan uji anel pungtum lakrimal superior.