TIPS MENDAPATKAN ANAK PEREMPUAN
Sering sekali banyak mitos tentang cara mendapatkan anak perempuan, misalnya kalau hubungan seks dimulai dari kanan dan diakhiri dari sisi kiri , maka bayi perempuan yang akan dilahirkan… atau kalau yang ibu dulu yang jatuh cinta duluan dengan ayah maka jadilah cewek… , mitos- mitos tersebut secara tidak langsung mempengaruhi pasangan yang ingin mendapatkan buah hati sesuai dengan keinginannya…
Tapi secara ilmiah mitos itu belum terbukti kebenarannya…, disini saya mau berbagi tips tentang cara mendapatkan anak perempuan… disimak yaw.. silahkan dicoba bagi yang sudah menikah ..
1. Membasuh vagina dengan air cuka
Untuk mendapatkan keasaman vagina, basuhlan daerah itu dengan 1 gelas air yang sudah dicampur 2 sendok makan asam cuka. Lingkungan vagina yang asam diharapkan akan mematikan sperma Y sehingga sperma X selamat sampai tujuan. Jumlah sperma X yang banyak dapat meingkatkan kemungkinan mendapatkan anak perempuan
2. Hindari orgasme
Saat berhubungan intim, usahakan agar ejakulasi terjadi sebelum istri mencapai orgasme. Tanpa orgasme , sekresi alkalis (pengeluaran substansi yang membuat vagina bersifat basa) tidak terjadi dan ini akan membuat sperma Y mati sehingga menguntungkan sperma X yang punya daya tahan lebih baik.
3. Posisi muka bertemu muka
Hubungan intim dengan saling berhadapan, istri dibawah dan suami diatas sebetulnya membuat sperma tidak bisa langsung menerobos ke mulut serviks (leher rahim). Dengan begitu waktu yang dibutuhkan sperma akan lebih lama dan hal ini menguntungkan sperma X
4. Penetrasi pendek
Penetrasi pendek dilakukan dengan cara mengangkat penis hingga ke ujung vagina saat suami mengalami ejakulasi. Tindakan ini berarti memperpanjang jarak sperma ke sel telur yang di duga akan menambah presentasi kesempatan sperma x mengingat daya tahannya yang lebih kuat dari sperma Y
5. Seks teratur
Hubungan seks sebelum pelepasan sel telur terakhir hari ke 14
Selasa, 11 Oktober 2011
Jumat, 07 Oktober 2011
Tips mendapatkan anak laki-laki
Tips mempunyai anak laki-laki
Tentunya setiap orang tua ingin segera mendapatkan momongan…Nah..kadang ada keinginan untuk mendapatkan baby laki-laki entah karena keinginan suami atau keinginan kedua orang tua…, sehingga tidak jarang yang percaya banyak mitos seperti kalau posisi lelaki ketika berhubungan seksual dimulai dari kiri dan diakhiri disebelah kanan, maka bayi yang dilahirkan laki-laki atau kalau si ayah jatuh cinta duluan kepada si ibu maka pasangan tersebut akan dikaruniai anak laki-laki.. Informasi ini sama sekali tidak benar karena tidak ada penjelasan klinis untuk membuktikannya..
BERIKUT TIPS UNTUK MENDAPATKAN ANAK LAKI-LAKI (TEORI DR SHETTLER DAN DAVID BORVIK)
Membilas vagina dengan air soda
Larutan air soda dapat dibuat dari campuran 1 gelas air yang dicampur 2 sdm garam soda (natrium bikarbonat soda). Mengapa????
Kromosom X bersifat lebih tahan asam sedangkan kromosom Y kurang tahan asam.. pembilasan vagina dengan garam soda bersifat basa bertujuan untuk menurunkan kadar keasaman vagina, sehingga sperma Y lebih terjamin hidupnya dan bisa melewati liang vagina menuju rahim untuk membuahi sel telur.
Istri orgasme terlebih dahulu
Biarkan istri mencapai orgasme terlebih dahulu baru disusul suami, Cairan yang dihasilkan saat wanita mengalami orgasme akan mendukung pergerakan sperma Y untuk lebih cepat sampai ke sel telur. Semakin sepat sampai akan semakin baik, karena usia sperma y lebih pendek.
Posisi knee-chest (doggie style)
Pada posisi ini sperma Y akan meluncur lebih cepat melalui liang vagina, rahim, dan sampai sel telur. Dimana suami bersetubuh dengan istri dari belakang atau lebih tren dengan doggie style
Penetrasi dalam
Semakin dalam penetrasi, semakin dekat jarak yang harus ditempuh sperma menuju sel telur. Bila suami bisa menekan sedalam-dalamnya saat ejakulasi berlangsung, hal ini akan bisa meningkatkan kemungkinan mendapatkan anak laki-laki..
“Puasa sementara”
Untuk meningkatkan kualitas volume spermanya , suami dianjurkan menabung spermanya dengan tidak melakukan ejakulasi sekitar 7-8 hari. Dengan jumlah sperma lebih banyak permilimeternya , kemungkinan anak laki-laki juga meningkat.
Puasa seks juga bertujuan menghindari kemungkinan tertinggalnya sperma X dari berhubungan intim yang dilakukan beberapa hari sebelum masa ovulasi. Bila sperma X tertinggal dalam organ reproduksi wanita, begitu tiba masa ovulasi, ia dapat langsung membuahi sel telur. Berarti anak perempuanlah yang akan didapat. Sedangkan jika dalam seminggu sebelumnya puasa seks dijalankan, maka sperma Y memiliki kesempatan yang besar untuk membuahi sel telur. Hubungan seks pada hari ke 13-14 (pertengahan sesudah sel telur dilepas) atau H +13,+14. (H= hari pertama haid/ menstruasi).
Selamat mencoba!!!
Tentunya setiap orang tua ingin segera mendapatkan momongan…Nah..kadang ada keinginan untuk mendapatkan baby laki-laki entah karena keinginan suami atau keinginan kedua orang tua…, sehingga tidak jarang yang percaya banyak mitos seperti kalau posisi lelaki ketika berhubungan seksual dimulai dari kiri dan diakhiri disebelah kanan, maka bayi yang dilahirkan laki-laki atau kalau si ayah jatuh cinta duluan kepada si ibu maka pasangan tersebut akan dikaruniai anak laki-laki.. Informasi ini sama sekali tidak benar karena tidak ada penjelasan klinis untuk membuktikannya..
BERIKUT TIPS UNTUK MENDAPATKAN ANAK LAKI-LAKI (TEORI DR SHETTLER DAN DAVID BORVIK)
Membilas vagina dengan air soda
Larutan air soda dapat dibuat dari campuran 1 gelas air yang dicampur 2 sdm garam soda (natrium bikarbonat soda). Mengapa????
Kromosom X bersifat lebih tahan asam sedangkan kromosom Y kurang tahan asam.. pembilasan vagina dengan garam soda bersifat basa bertujuan untuk menurunkan kadar keasaman vagina, sehingga sperma Y lebih terjamin hidupnya dan bisa melewati liang vagina menuju rahim untuk membuahi sel telur.
Istri orgasme terlebih dahulu
Biarkan istri mencapai orgasme terlebih dahulu baru disusul suami, Cairan yang dihasilkan saat wanita mengalami orgasme akan mendukung pergerakan sperma Y untuk lebih cepat sampai ke sel telur. Semakin sepat sampai akan semakin baik, karena usia sperma y lebih pendek.
Posisi knee-chest (doggie style)
Pada posisi ini sperma Y akan meluncur lebih cepat melalui liang vagina, rahim, dan sampai sel telur. Dimana suami bersetubuh dengan istri dari belakang atau lebih tren dengan doggie style
Penetrasi dalam
Semakin dalam penetrasi, semakin dekat jarak yang harus ditempuh sperma menuju sel telur. Bila suami bisa menekan sedalam-dalamnya saat ejakulasi berlangsung, hal ini akan bisa meningkatkan kemungkinan mendapatkan anak laki-laki..
“Puasa sementara”
Untuk meningkatkan kualitas volume spermanya , suami dianjurkan menabung spermanya dengan tidak melakukan ejakulasi sekitar 7-8 hari. Dengan jumlah sperma lebih banyak permilimeternya , kemungkinan anak laki-laki juga meningkat.
Puasa seks juga bertujuan menghindari kemungkinan tertinggalnya sperma X dari berhubungan intim yang dilakukan beberapa hari sebelum masa ovulasi. Bila sperma X tertinggal dalam organ reproduksi wanita, begitu tiba masa ovulasi, ia dapat langsung membuahi sel telur. Berarti anak perempuanlah yang akan didapat. Sedangkan jika dalam seminggu sebelumnya puasa seks dijalankan, maka sperma Y memiliki kesempatan yang besar untuk membuahi sel telur. Hubungan seks pada hari ke 13-14 (pertengahan sesudah sel telur dilepas) atau H +13,+14. (H= hari pertama haid/ menstruasi).
Selamat mencoba!!!
Jumat, 30 September 2011
Oriflame bisnis menjanjikan modal murah
Hay... sobat cewek, mau ikutan bisnis yang bisa dikerjakan di rumah atau sampingan kerja kantoran... tapi omzet besar.. ayo buruan gabung ma oriflame...
Nah… bagi yang ingin segera bergabung kirimkan via email biodata yg didalamnya ada:
1. Nama Lengkap
2. Tempat dan Tanggal Lahir
3. No. KTP
4. Email / YM ( kalau Ada )
5. Alamat Kantor ( Kalau Ada )
6. Alamat Rumah
7. No. HP / Telepon
8. Data Rekening Bank ( Nama, Bank, Cabang, Rekening )
Emailkan ke tya_nersunair@yahoo.com disertai scan bukti transfer dari bank sebesar Rp. 39.900,-, dan KTP atau SIM, ntar aq daftarin, biasanya 3 hari langsung dikirim staterkid (2 katalog, buku petunjuk member, dan kartu member). Jangan lupa setelah kirim konfirmasi ke 085736595910
Atau dikirim via pos ke wiwin sulistyawati
d/a Jalan Kali Proyo no 25 Kel. Tanjungsari
Kec. Sukorejo Kota Blitar
Kode pos 66122
Pembayaran pendaftaran dapat dilakukan ke Rekening Oriflame Pusat a/n : PT. ORINDO ALAM AYU, pada bank:
1. BCA Cab Wisma GKBI, No. Rekening: 006-300189-6
2. Mandiri Cabang , No. Rekening: 126-0005016562
Keuntungan bergabung dengan oriflamme (part 1)
1. Keuntungan langsung 23%
Anda mendaptakan 23% keuntungan langsung atas penjualan sendiri ke pelanggan
Contoh: Anda membeli produk dari oriflamme (harga konsultan) senilai Rp. 100.000,-dan anda menjual ke pelanggan senilai Rp. 123.000,- (harga catalog). Keuntungan yg langsung anda dapat sebesar Rp. 23.000,-
2. Performance discount (3% - 21%)
Anda mendapatkan performance diskon setiap bulan atas penjualan anda dengan seluruh downline anda, tanpa batasan level (unlimited level)
Tabel performance diskon (= jenjang karir)
LEVEL JUMLAH PEROLEHAN POIN BONUS JABATAN
3% : 200 – 599 POIN = 50 RIBU (CONSULTAN)
6% : 600 – 1.199 POIN = 150 RB (CONSULTAN)
9%:1.200 – 2399 POIN= 350 RB(CONSULTAN)
12%: 2400 – 3999POIN= 750 RB(MANAGER)
15%: 4000 – 6599 POIN= 1-2 JUTA
18%: 6600 – 9999 POIN= 2-3 JUTA (MANAGER)
21% : > 10.000 POIN= (4-7 JUTA (SENIOR MANAGER)
6 kali berada di posisi 21% dlm 12 bln: anda masuk kualifikasi director, selanjutnya ada director, gold director, sapphire director dan diamond
3. Oriflame bonus (4% dari royalti)
Anda mendapatkan 4% bonus dari seluruh penjualan downline anda yang telah mencapai posisi 21%. Garansi minimum bonus Rp. 1.520.000 per kaki per bulan
4. Cash Award ( 7 jt – 1,05 milyar)
Cash award diberikan satu kali saat para konsultan pertamakali mencapai peringkat tertentu
Director: Rp. 7 jt sd level
President: 1,05 milyar
5. Leader club bonus (500 – 2, 8 juta per bulan)
Leader club bonus diberikan pada para konsultan dengan peringkat:
Senior manager= 500.000/bln
Director= 1 juta / bln
Gold director= 1.400.000/bln
Sapphire director= 2,8 juta / bulan
6. Gold director bonus (1%)
Anda mendapatkan bonus sebesar 1% dari downline berperingkat 21%pada generasi kedua sampai kebawah
7. Saphire director bonus (0,5 %)
Anda mendaptkan bonus sebesar 0,5% dari downline berperingkat 21% pada generasi ketiga sampai kebawah.
8. Diamond bonus (0,25%)
Anda mendapat bonus sebesar 0,25 % dari downline berperingkat 21% pada generasi keempat sampai kebawah
9. Car bonus
Diamond mendapat New CRV langsung atas nama sendiri
10. Jalan2 ke luar negeri gratis
1 tahun 1x untuk senior gold director up
11. Jalan2 ke luar negeri gratis
1 tahun 2 x untuk diamond
12. Jaringan group yg terbentuk dpt diwariskan
Asyikk… khan. Ayo buruan gabung !!
Nah… bagi yang ingin segera bergabung kirimkan via email biodata yg didalamnya ada:
1. Nama Lengkap
2. Tempat dan Tanggal Lahir
3. No. KTP
4. Email / YM ( kalau Ada )
5. Alamat Kantor ( Kalau Ada )
6. Alamat Rumah
7. No. HP / Telepon
8. Data Rekening Bank ( Nama, Bank, Cabang, Rekening )
Emailkan ke tya_nersunair@yahoo.com disertai scan bukti transfer dari bank sebesar Rp. 39.900,-, dan KTP atau SIM, ntar aq daftarin, biasanya 3 hari langsung dikirim staterkid (2 katalog, buku petunjuk member, dan kartu member). Jangan lupa setelah kirim konfirmasi ke 085736595910
Atau dikirim via pos ke wiwin sulistyawati
d/a Jalan Kali Proyo no 25 Kel. Tanjungsari
Kec. Sukorejo Kota Blitar
Kode pos 66122
Pembayaran pendaftaran dapat dilakukan ke Rekening Oriflame Pusat a/n : PT. ORINDO ALAM AYU, pada bank:
1. BCA Cab Wisma GKBI, No. Rekening: 006-300189-6
2. Mandiri Cabang , No. Rekening: 126-0005016562
Keuntungan bergabung dengan oriflamme (part 1)
1. Keuntungan langsung 23%
Anda mendaptakan 23% keuntungan langsung atas penjualan sendiri ke pelanggan
Contoh: Anda membeli produk dari oriflamme (harga konsultan) senilai Rp. 100.000,-dan anda menjual ke pelanggan senilai Rp. 123.000,- (harga catalog). Keuntungan yg langsung anda dapat sebesar Rp. 23.000,-
2. Performance discount (3% - 21%)
Anda mendapatkan performance diskon setiap bulan atas penjualan anda dengan seluruh downline anda, tanpa batasan level (unlimited level)
Tabel performance diskon (= jenjang karir)
LEVEL JUMLAH PEROLEHAN POIN BONUS JABATAN
3% : 200 – 599 POIN = 50 RIBU (CONSULTAN)
6% : 600 – 1.199 POIN = 150 RB (CONSULTAN)
9%:1.200 – 2399 POIN= 350 RB(CONSULTAN)
12%: 2400 – 3999POIN= 750 RB(MANAGER)
15%: 4000 – 6599 POIN= 1-2 JUTA
18%: 6600 – 9999 POIN= 2-3 JUTA (MANAGER)
21% : > 10.000 POIN= (4-7 JUTA (SENIOR MANAGER)
6 kali berada di posisi 21% dlm 12 bln: anda masuk kualifikasi director, selanjutnya ada director, gold director, sapphire director dan diamond
3. Oriflame bonus (4% dari royalti)
Anda mendapatkan 4% bonus dari seluruh penjualan downline anda yang telah mencapai posisi 21%. Garansi minimum bonus Rp. 1.520.000 per kaki per bulan
4. Cash Award ( 7 jt – 1,05 milyar)
Cash award diberikan satu kali saat para konsultan pertamakali mencapai peringkat tertentu
Director: Rp. 7 jt sd level
President: 1,05 milyar
5. Leader club bonus (500 – 2, 8 juta per bulan)
Leader club bonus diberikan pada para konsultan dengan peringkat:
Senior manager= 500.000/bln
Director= 1 juta / bln
Gold director= 1.400.000/bln
Sapphire director= 2,8 juta / bulan
6. Gold director bonus (1%)
Anda mendapatkan bonus sebesar 1% dari downline berperingkat 21%pada generasi kedua sampai kebawah
7. Saphire director bonus (0,5 %)
Anda mendaptkan bonus sebesar 0,5% dari downline berperingkat 21% pada generasi ketiga sampai kebawah.
8. Diamond bonus (0,25%)
Anda mendapat bonus sebesar 0,25 % dari downline berperingkat 21% pada generasi keempat sampai kebawah
9. Car bonus
Diamond mendapat New CRV langsung atas nama sendiri
10. Jalan2 ke luar negeri gratis
1 tahun 1x untuk senior gold director up
11. Jalan2 ke luar negeri gratis
1 tahun 2 x untuk diamond
12. Jaringan group yg terbentuk dpt diwariskan
Asyikk… khan. Ayo buruan gabung !!
Kamis, 02 Juni 2011
Rumus Taksiran persalinan
Rumus Menghitung taksiran Persalinan
HUKUM NAEGELE
JIKA SIKLUS ± 28 HARI, MAKA R UMUS TAKSIRAN PARTUSNYA :
A) BULAN JANUARI, FEBRUARI, MARET ( tanggal +7, bulan + 9)
B) BULAN APRIL s/d DESEMBER (tanggal +7, bulan -3, tahun + 1)
Jika siklus ± 35 hari, maka taksiran partusnya menjadi (tanggal +14, bulan -3, tahun +1)
Contoh soal 1:
HPHT pasien 4 Februari 2011, Kapan taksiran persalinannya (siklus 28) ?
Caranya : 4 2 2011
+7 +9
11 11 2011, Jadi taksiran persalinannya tanggal 11 November 2011
Contoh soal 2:
HPHT pasien ± 5 Mei 2011, kapan taksiran persalinan (siklus 35)?
Caranya: 5 05 2011
+ 14 -3 +1
19 2 2012, Jadi taksiran persalinannya tanggal 19 Februari 2012
(Selamat belajar, sumber Obstetri Fisiologis UNPAD)
HUKUM NAEGELE
JIKA SIKLUS ± 28 HARI, MAKA R UMUS TAKSIRAN PARTUSNYA :
A) BULAN JANUARI, FEBRUARI, MARET ( tanggal +7, bulan + 9)
B) BULAN APRIL s/d DESEMBER (tanggal +7, bulan -3, tahun + 1)
Jika siklus ± 35 hari, maka taksiran partusnya menjadi (tanggal +14, bulan -3, tahun +1)
Contoh soal 1:
HPHT pasien 4 Februari 2011, Kapan taksiran persalinannya (siklus 28) ?
Caranya : 4 2 2011
+7 +9
11 11 2011, Jadi taksiran persalinannya tanggal 11 November 2011
Contoh soal 2:
HPHT pasien ± 5 Mei 2011, kapan taksiran persalinan (siklus 35)?
Caranya: 5 05 2011
+ 14 -3 +1
19 2 2012, Jadi taksiran persalinannya tanggal 19 Februari 2012
(Selamat belajar, sumber Obstetri Fisiologis UNPAD)
Minggu, 29 Mei 2011
Pemeriksaan Kebidanan (status obstetricus)palpasi
Pemeriksaan Palpasi (Leopold)
Tujuan pemeriksaan Leopold untuk menentukan:
Besarnya rahim dan dengan ini menentukan tuanya kehamilan
Menentukan letaknya anak dalam rahim
Selain dari pada itu selalu juga harus diraba apakah ada tumor2 lain dalam rongga perut, cysta myoma, limpa yang membesar
Cara melakukan palpasi ialah menurut Leopold yang terdiri atas 4 bagian:
Leopold 1 untuk menentukan tuanya kehamilan dan bagian apa yang terdapat dalam fundus uteri
Cara pemeriksaan:
1. Kaki penderita ditekuk pada lutt dan lipat paha
2. Pemeriksa berdiri di sebelah kanan penderita dan melihat kearah muka penderita
3. Rahim dibawa ke tengah
4. Tingginya fundus uteri ditentukan
5. Tentukan bagian apa dari anak yang terdapa dalam fundus
Sifat kepala keras, bundar dan melenting
Sifat bokong lunak, kurang bundar dan kurang melenting
Pada letak lintang fundus uteri kosong
Hubungan antara tingginya fundus uteri dan tuanya kehamilan:
Tinggi fundus uteri dalam cm = tuanya kehamilan dalam bulan
3,5 cm
Leopold 2 Menentukan dimana letaknya punggung anak dan dimana letaknya bagian-bagian kecil
Cara Pemeriksaan:
1. Kedua tangan pindah kesamping
2. Tentukan dimana punggung anak (punggung anak terdapat di fihak yang memberikan rintangan yang terbesar, carilah bagian-bagian kecil, yang biasanya terletak bertentangan denga fihak yang member rintangan yang terbesar)
3. Kadang-kadang disamping terdapat kepala atau bokong ialah letak lintang
Leopold 3 Menentukan apa yang terdapat di bawah dan apakah bagian bawah anak ini sudah atau belum terpegang oleh pintu atas panggul
Cara pemeriksaan
1. Dipergunakan satu tangan saja
2. Bagian bawah ditentukan dengan ibu jari dan jari lainnya
3. Cobalah apakah bagian bawah masih dapat digoyangkan
Leopold 4 Menentukan apa yang menjadi bagian bawah dan berapa masuknya bagian bawah kedalam rongga panggul
1. Pemeriksa berubah sikapnya ialah melihat kearah kaki penderita
2. Kedua tangan ditentukan apa yang menjasi bagian bawah
3. Ditentukan apakah bagian bawah sudah masuk kedalam pintu atas panggul dan berapa masuknya bagian bawah ke dalam rongga panggul
4. Jika kita rapatkan kedua tangan pada permukaan dari bagian terbawah dari kepala yang masih teraba dari luar dan:
a. Kedua tangan itu convergent, hanya bagian kecil dari kepala turun kedalam rongga
b. Jika kedua tangan itu sejajar, maka separuh dari kepala masuk kedalam rongga panggul
c. Jika kedua tangan divergent ke dalam rongga panggul dan ukuran terbesar dari kepala sudah melewati pintu atas panggul
Leopold 4 tidak dilakukan jika kepala masih tinggi, dan baru bisa dilakukan kira2 bulan VI keatas
Tujuan pemeriksaan Leopold untuk menentukan:
Besarnya rahim dan dengan ini menentukan tuanya kehamilan
Menentukan letaknya anak dalam rahim
Selain dari pada itu selalu juga harus diraba apakah ada tumor2 lain dalam rongga perut, cysta myoma, limpa yang membesar
Cara melakukan palpasi ialah menurut Leopold yang terdiri atas 4 bagian:
Leopold 1 untuk menentukan tuanya kehamilan dan bagian apa yang terdapat dalam fundus uteri
Cara pemeriksaan:
1. Kaki penderita ditekuk pada lutt dan lipat paha
2. Pemeriksa berdiri di sebelah kanan penderita dan melihat kearah muka penderita
3. Rahim dibawa ke tengah
4. Tingginya fundus uteri ditentukan
5. Tentukan bagian apa dari anak yang terdapa dalam fundus
Sifat kepala keras, bundar dan melenting
Sifat bokong lunak, kurang bundar dan kurang melenting
Pada letak lintang fundus uteri kosong
Hubungan antara tingginya fundus uteri dan tuanya kehamilan:
Tinggi fundus uteri dalam cm = tuanya kehamilan dalam bulan
3,5 cm
Leopold 2 Menentukan dimana letaknya punggung anak dan dimana letaknya bagian-bagian kecil
Cara Pemeriksaan:
1. Kedua tangan pindah kesamping
2. Tentukan dimana punggung anak (punggung anak terdapat di fihak yang memberikan rintangan yang terbesar, carilah bagian-bagian kecil, yang biasanya terletak bertentangan denga fihak yang member rintangan yang terbesar)
3. Kadang-kadang disamping terdapat kepala atau bokong ialah letak lintang
Leopold 3 Menentukan apa yang terdapat di bawah dan apakah bagian bawah anak ini sudah atau belum terpegang oleh pintu atas panggul
Cara pemeriksaan
1. Dipergunakan satu tangan saja
2. Bagian bawah ditentukan dengan ibu jari dan jari lainnya
3. Cobalah apakah bagian bawah masih dapat digoyangkan
Leopold 4 Menentukan apa yang menjadi bagian bawah dan berapa masuknya bagian bawah kedalam rongga panggul
1. Pemeriksa berubah sikapnya ialah melihat kearah kaki penderita
2. Kedua tangan ditentukan apa yang menjasi bagian bawah
3. Ditentukan apakah bagian bawah sudah masuk kedalam pintu atas panggul dan berapa masuknya bagian bawah ke dalam rongga panggul
4. Jika kita rapatkan kedua tangan pada permukaan dari bagian terbawah dari kepala yang masih teraba dari luar dan:
a. Kedua tangan itu convergent, hanya bagian kecil dari kepala turun kedalam rongga
b. Jika kedua tangan itu sejajar, maka separuh dari kepala masuk kedalam rongga panggul
c. Jika kedua tangan divergent ke dalam rongga panggul dan ukuran terbesar dari kepala sudah melewati pintu atas panggul
Leopold 4 tidak dilakukan jika kepala masih tinggi, dan baru bisa dilakukan kira2 bulan VI keatas
Pemeriksaan kebidanan (status obstetricus) inspeksi
Pemeriksaan Kebidanan (status obstetricus) dibagi dalam inspeksi, palpasi dan auskultasi
Inspeksi
Yang perlu kita lihat:
- Muka
Adakah cloasma gravidarum, keadaan selaput mata pucat atau merah, adakah odema pada muka, bagaimana keadaan lidah dan gigi
- Leher
Apakah ada pembendungan vena di leher (misalnya pada penyakit jantung), apakah kelenjar gondok membesar atau kelenjar limfa membesar
- Dada
Bentuk buah dada, pigmentasi putting susu dan gelanggang susu, keadaan putting susu, adakah colostrum
- Perut
Perut membesar ke depan atau kesamping (pada ascites misalnya membesar kesamping), keadaan pusat, pigmentasi di linea laba, nampakkah gerakan anak atau kontraksi rahim, adakah striae gravidarum atau bekas luka
- Vulva
Keadaan perineum, carilah varices, tanda Chadwick, condyloma, fluor albu
- Anggota Bawah
Cari Varises, oedema, luka, cicatrik pada lipat paha.
(Obstetri fisiologi, Unpad)
Inspeksi
Yang perlu kita lihat:
- Muka
Adakah cloasma gravidarum, keadaan selaput mata pucat atau merah, adakah odema pada muka, bagaimana keadaan lidah dan gigi
- Leher
Apakah ada pembendungan vena di leher (misalnya pada penyakit jantung), apakah kelenjar gondok membesar atau kelenjar limfa membesar
- Dada
Bentuk buah dada, pigmentasi putting susu dan gelanggang susu, keadaan putting susu, adakah colostrum
- Perut
Perut membesar ke depan atau kesamping (pada ascites misalnya membesar kesamping), keadaan pusat, pigmentasi di linea laba, nampakkah gerakan anak atau kontraksi rahim, adakah striae gravidarum atau bekas luka
- Vulva
Keadaan perineum, carilah varices, tanda Chadwick, condyloma, fluor albu
- Anggota Bawah
Cari Varises, oedema, luka, cicatrik pada lipat paha.
(Obstetri fisiologi, Unpad)
Kamis, 07 April 2011
Weber , Rinne dan Schwabach test
PEMERIKSAAN PENDENGARAN
Pemeriksaan pendengaran dilakukan dengan :
1. Garputala
2. Uji berbisik
3. Audiometrik
Garputala terdiri dari satu set, lima buah, dengan frekuensi 128 Hz, 256 hz, 512 Hz, 1024 Hz dan 2048 Hz. Untuk tes dengan garputala biasanya dipakai garpu tala 512 Hz, dan diperiksa di ruang periksa, tidak perlu di ruang kedap suara, asalkan tidak terlalu riuh. Ada 3 macam pemeriksaan:
a. Uji Rinne
Membandingkan hantaran melalui udara dan melalui tulang.
Caranya ialah garputala digetarkan, lalu diletakkan pada tulang di belakang telinga dengan demikian getaran melalui tulang akan sampai ke telinga dalam. Apabila pasien tidak mendengar bunyi dari garputala yang digetrakan itu, maka garputala dipindahkan ke depan liang telinga, kira-kira 2,5 cm jaraknya dari liang telinga. Hantaran disini ialah hantaran melalui udara. Pada pasien yang pendengarannya masih baik, maka hantaran melalui udara lebih baik dari hantaran melalui tulang. Jadi garputala yang tadi diletakkan di tulang telinga belakang telinga tidak terdengar lagi, ketika dipegang di dekat liang telinga akan terdengar lagi, disebut uji rinne positif
b. Uji Weber
Membandingkan hantaran tulang telinga kanan dengan teling akiri.
Caranya garputala digetarkan kemudian diletakkan pada garis tengah seperti di ubun-ubun, dahi, atau pertengahan gigi seri. Pasien dengan gangguan pendengaran akan mengatakan bahwa salah satu telinga lebih jelas mendengar bunyi garputala itu. Pada orang normal akan mengatakan bahwa tidak mendengar perbedaan bunti kiri dan kanan. Bila lebih keras ke kanan disebut lateralisasi ke kanan.
c. Uji Schwabach
Membandingkan hantaran tulang pasien dengan pemeriksa yang pendengarannya normal.
Caranya ialah, garputala digetarkan , lalu dasarnya ditempelkan pada tulang di belakang telinga passion. Setelah pasien mengatakan tidak mendnegar lagi, maka dasar garputala diletakkan ke tulang belakang telinga pemeriksa. Apabila pemeriksa masih dapat mendengar bunyi, maka dikatakan bahwa telinga pasien uji schwabachnya memendek.
Uji berbisik
Uji berbisik dilakukan di ruang yang cukup tenang, dengan panjang 6 meter. Pemeriksa duduk ke samping, telinga yang akan diperiksa ke ruang yang 6 meter itu, sedangkan telinga yang sebelah lagi ditutup dengan jarinya.Pemeriksa mengucapkan kata yang terdiri dari 2 suku kata, diucapkan secara berbisik pada akhir ekspirasi. Pasien harus mengulangi apa yang disebut pemeriksa. Dimulai sejak jarak 6 meter, makin lama pemeriksa makin mendekat, sampai pasien dapat menyebut kata dengan benar. Hasil uji berbisik orang normal ialah 5/6 – 6/6
Uji Audiometrik
Pemeriksaan dilakukan didalam ruang kedap suara. Pasien diberi tahu, supaya apabila mendengar bunyi segera memencet tombol, dan apabila bunyi tidak terdengar lagi pencetan pada tombol dihentikan.
Mula-mula diperiksa hantaran melalui udara (AC) dengan memakaikan headphone pada pasien. Pemeriksaan dimulai dengan frekuensi 250 hz, kemudian intensitas dinaikkan mulai dari 0 desibel, sampai pasien mendengar bunyi. Pemeriksaan dilanjutkan dengan frekuensi 500 Hz, 1000 Hz, 1500 Hz, sampai 8000 Hz. Pada telinga kanan, kemudian telinga kiri. Setelah itu headphone diganti dengan konduktor tulang yang dilekatkan pada ujung tulang mastoid di belakang telinga untuk memeriksa hantaran tulang (BC) dan dilakukan pemeriksaan seperti pada pemeriksaan AC.
Dari pemeriksaan ini dapat diketahui apakah pasien mempunyai pendengaran normal, tuli hantar (konduktif), tuli saraf (sensorineural) atau tuli campur. Juga dapat terlihat apakah kurang dengarnya ringan, sedang atau berat.
Pemeriksaan pendengaran dilakukan dengan :
1. Garputala
2. Uji berbisik
3. Audiometrik
Garputala terdiri dari satu set, lima buah, dengan frekuensi 128 Hz, 256 hz, 512 Hz, 1024 Hz dan 2048 Hz. Untuk tes dengan garputala biasanya dipakai garpu tala 512 Hz, dan diperiksa di ruang periksa, tidak perlu di ruang kedap suara, asalkan tidak terlalu riuh. Ada 3 macam pemeriksaan:
a. Uji Rinne
Membandingkan hantaran melalui udara dan melalui tulang.
Caranya ialah garputala digetarkan, lalu diletakkan pada tulang di belakang telinga dengan demikian getaran melalui tulang akan sampai ke telinga dalam. Apabila pasien tidak mendengar bunyi dari garputala yang digetrakan itu, maka garputala dipindahkan ke depan liang telinga, kira-kira 2,5 cm jaraknya dari liang telinga. Hantaran disini ialah hantaran melalui udara. Pada pasien yang pendengarannya masih baik, maka hantaran melalui udara lebih baik dari hantaran melalui tulang. Jadi garputala yang tadi diletakkan di tulang telinga belakang telinga tidak terdengar lagi, ketika dipegang di dekat liang telinga akan terdengar lagi, disebut uji rinne positif
b. Uji Weber
Membandingkan hantaran tulang telinga kanan dengan teling akiri.
Caranya garputala digetarkan kemudian diletakkan pada garis tengah seperti di ubun-ubun, dahi, atau pertengahan gigi seri. Pasien dengan gangguan pendengaran akan mengatakan bahwa salah satu telinga lebih jelas mendengar bunyi garputala itu. Pada orang normal akan mengatakan bahwa tidak mendengar perbedaan bunti kiri dan kanan. Bila lebih keras ke kanan disebut lateralisasi ke kanan.
c. Uji Schwabach
Membandingkan hantaran tulang pasien dengan pemeriksa yang pendengarannya normal.
Caranya ialah, garputala digetarkan , lalu dasarnya ditempelkan pada tulang di belakang telinga passion. Setelah pasien mengatakan tidak mendnegar lagi, maka dasar garputala diletakkan ke tulang belakang telinga pemeriksa. Apabila pemeriksa masih dapat mendengar bunyi, maka dikatakan bahwa telinga pasien uji schwabachnya memendek.
Uji berbisik
Uji berbisik dilakukan di ruang yang cukup tenang, dengan panjang 6 meter. Pemeriksa duduk ke samping, telinga yang akan diperiksa ke ruang yang 6 meter itu, sedangkan telinga yang sebelah lagi ditutup dengan jarinya.Pemeriksa mengucapkan kata yang terdiri dari 2 suku kata, diucapkan secara berbisik pada akhir ekspirasi. Pasien harus mengulangi apa yang disebut pemeriksa. Dimulai sejak jarak 6 meter, makin lama pemeriksa makin mendekat, sampai pasien dapat menyebut kata dengan benar. Hasil uji berbisik orang normal ialah 5/6 – 6/6
Uji Audiometrik
Pemeriksaan dilakukan didalam ruang kedap suara. Pasien diberi tahu, supaya apabila mendengar bunyi segera memencet tombol, dan apabila bunyi tidak terdengar lagi pencetan pada tombol dihentikan.
Mula-mula diperiksa hantaran melalui udara (AC) dengan memakaikan headphone pada pasien. Pemeriksaan dimulai dengan frekuensi 250 hz, kemudian intensitas dinaikkan mulai dari 0 desibel, sampai pasien mendengar bunyi. Pemeriksaan dilanjutkan dengan frekuensi 500 Hz, 1000 Hz, 1500 Hz, sampai 8000 Hz. Pada telinga kanan, kemudian telinga kiri. Setelah itu headphone diganti dengan konduktor tulang yang dilekatkan pada ujung tulang mastoid di belakang telinga untuk memeriksa hantaran tulang (BC) dan dilakukan pemeriksaan seperti pada pemeriksaan AC.
Dari pemeriksaan ini dapat diketahui apakah pasien mempunyai pendengaran normal, tuli hantar (konduktif), tuli saraf (sensorineural) atau tuli campur. Juga dapat terlihat apakah kurang dengarnya ringan, sedang atau berat.
Langganan:
Postingan (Atom)

